Showing posts with label ♥. Show all posts
Showing posts with label ♥. Show all posts

Saturday, 30 November 2013

Kompor Series VI AKA Bogor

Kompetisi Olahraga, atau yang biasa disingkat KOMPOR ini, merupakan salah satu acara besar di Kampus Akademi Kimia Analisis Bogor. Acara ini merupakan acara internal antar kelas dalam suatu cabang olahraga. Untuk seri kali ini, ada 8 cabang yang dipertandingkan, yaitu senam, futsal, basket, bulutangkis, catur, tenis meja, marathon, dan lari 100m. Acara ini diadakan 3 minggu berturut-turut malam hari sepulang kuliah, kecuali untuk senam, marathon, dan lari 100m. Ketiga cabang ini dipertandingkan pada hari Sabtu pagi.

Dan sekarang enggak kerasa tiga minggu ini berlalu dengan cepat. Ya, rasanya baru kemaren gue ikut wawancara untuk kepanitiaan acara ini, dan rasanya baru kemaren juga gue ngeliat mading BEM dan membaca nama gue disana. Gue diterima dan tertulis sebagai Staff PDD (Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi) di acara ini.

Jujur, ini merupakan keikutsertaan gue yang pertama di acara kampus kayak gini, hahahaha. Bisa dibilang gue itu bukan tipe siswa yang aktif waktu SMA dulu, gue gak mau ribet. Tapi sekarang, gue mau sedikit ngerubah sifat gue yang satu ini.

Sekarang, acara KOMPOR (Kompetisi Olahraga) di kampus gue udah selesai. Tapi dibalik semua itu, acara ini udah memberikan sesuatu yang berharga buat gue. Pengalaman, teman, sahabat, semua yang baru udah gue dapet dari sini.

Disinilah pengalaman gue bertambah, bagaimana caranya berhadapan dengan orang banyak, bagaimana caranya menyesuaikan diri berada di antara orang-orang yang mungkin terlihat lebih bersinar dari gue. Gue inget banget waktu pertama kali gue pegang kamera, dan berusaha mendokumentasikan setiap moment yang ada. Waktu itu gue ngerasa malu, bahkan gue sempet bilang sama salah satu kakak tingkat gue, “Kak, aku takut mau ambil foto,”. Terus kakak nan baik hati yang merupakan koordinator divisi gue itu pun bilang, “Gak usah malu dek, kita dikasih kebebasan kok buat foto di mana aja, berdiri di tengah-tengah situ juga gak papa.”. Ahhhhh, emang kakak yang satu ini selalu bikin semuanya simple, ya. Hahaha

Gue juga ketemu sama temen-temen dan kakak tingkat yang sangat bersahabat di sini, entah kenapa, masa-masa yang telah kita habiskan bersama setiap malemnya membuat gue anggap mereka keluarga gue. Semakin lama berada di antara mereka, gue semakin merasa nyaman. Mereka membuat gue memiliki keluarga baru, memiliki kakak yang selama ini gak pernah gue punya, dan juga memiliki teman yang selama ini gak pernah gue kenal. Terkadang gue berfikir, mungkin ini udah menjadi takdir gue dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti mereka.

Dan malam ini, malam terakhir pelaksaan KOMPOR, dan malam ini pula Closing Ceremony diadakan, setelah 3 minggu acara diadakan berturut-turut tiap malamnya. Masih gak nyangka aja acara ini udah selesai, nah mulai detik ini, gak akan ada lagi GOR (tempat dilaksanakannya acara) yang rame dengan para mahasiswa yang menonton pertandingan, gak akan ada lagi hari dimana gue pulang larut. Wkwkwk. Dan sekarang kehidupan kampus gue mungkin akan kembali disibukkan dengan laporan-laporan praktikum dan juga tugas-tugas yang tiap malemnya gak bisa buat gue tidur nyenyak.

Malam ini, untuk tekahir kalinya, kami semua para panitia berkumpul membuat sebuah lingkaran yang cukup besar di tengah GOR. Ini sama seperti evaluasi yang sering kami lakukan setelah acara, tapi mungkin yang membedakannya, setelah malam ini, gak akan ada lagi hal seperti ini. Untuk kedepannya, pasti kita udah dipisahkan dengan kehidupan kita masing-masing, ada yang mengerjakan tugas dan laporan, ada yang jalan sama teman atau pun pacar.

Mungkin untuk malem ini perkumpulan kita gak bisa dibilang evaluasi, mungkin ini yang namanya malem perpisahan. Semua panitia menyampaikan pesan kesannya menjadi panitia selama tiga minggu ini. Mereka semua membuat ini terkesan bener-bener sebuah perpisahan. Nggak terkecuali gue, gue juga ngeluarin kata-kata seperti ini adalah malam terakhir kita semua ketemu. Padahal, di kampus pasti kan kita bakalan ketemu, walaupun rasionya gak akan sesering malam-malam saat acara KOMPOR berlangsung.

Ya, mungkin ini pengalaman pertama gue yang paling mengesankan saat berada di dunia kuliah. Gue bahkan masih gak nyangka kalo gue ada di posisi ini dan dapet pengalaman yang begitu banyak dari sini. Gue cuma berharap kita selalu diberikan yang terbaik, dan hubungan di antara kita semua pun gak akan berakhir seperti acara kompor ini. Tapi sih yang paling penting bagi gue, kita tetaplah para panitia strong #KomporSeries6, hanya kita yang mampu membuat dan menyukseskan acara ini, gak akan ada #KomporSeries6 yang lainnya, gak akan ada orang mana pun yang sanggup membuat #KomporSeries6 seperti apa yang kita buat, gak akan ada seorang pun yang bisa menggantikan para panitia #KomporSeries6. Karena kitalah orang-orang terpilih untuk menjadikan #KomporSeries6 sukses. Setelah ini pasti akan ada acara kompor yang lainnya, #KomporSeries7 #KomporSeries8 #KomporSeries9 dan seterusnya, tapi tidak dengan #KomporSeries6.


Thanks untuk semuanya :)

Wednesday, 2 October 2013

Unbelievable Birthday

Bisa dibilang ulang tahun gue kali ini adalah ulang tahun pertama dimana gue jauh dari keluarga dan juga teman-teman yang selama ini udah sangat sangat sangat deket sama gue. Mungkin kali ini gue gak akan berharap banyak, seperti mendapat kejutan bahkan hadiah dari mereka. Ini akan menjadi hari ulang tahun terbiasa yang pernah gue alami.

Ya, di sini lah gue sekarang, di rumah yang sebenernya masih asing buat gue, tempat dimana gue tinggal sementara waktu buat kuliah. Gak ada aneh dan spesial menjelang jam 12 malam, semuanya biasa. Dan dengan biasanya pula, gue ngerjain tugas kuliah yang gak pernah berhenti-hentinya menghantui gue tiap malamnya.

Memang kebetulan kali ini, gue ngerjain tugas itu di kamar salah seorang temen gue, dan tanpa sadar jam menunjukkan pukul 12 malam. Temen gue tersebut pun mengucapkan selamat ulang tahun, yup, ucapan pertama buat gue! Gue seneng, banget, ternyata masih ada yang ngucapin hal itu ke gue tepat waktu banget di pergantian hari! Hahahaha, mungkin ini bagian yang agak lebay.

Dan setelah itu semuanya kembali biasa, gue dan dia balik lagi ke kesibukan kami sebelumnya, ya, apalagi kalo bukan ngerjain tugas. Beberapa saat kemuadian ada yang buka pintu kamar, dan tebak siapa? Ada beberapa orang, bukan sekedar orang, melainkan teman-teman sekostan gue! Ya ampun mereka bawa kue. Kue yang ditancepin beberapa lilin yang menyala. Kanget! Hahahaha sumpah gue kaget. "Kok bisa?", cuma itu yang ada di pikiran gue waktu itu. Gimana bisa mereka nyiapin kue itu? Tanpa sepengetahuan gue? Padahal gue bareng mereka. Ya ampun, gue gak bisa ngomong apa-apan. Ini bener-bener di luar dugaan.

Gue bener-bener gak nyangka, mereka yang baru gue kenal beberapa bulan lamanya udah ngasih perhatian sebesar ini ke gue. Gue bener-bener gak nyangka. Dan sekarang gue bener-bener seneng, plus gak nyangka. Tapi gue bersyukur banget! Karena walaupun gue jauh dari keluarga dan temen-temen gue, di sini gue udah dapet temen-temen baru yang tulus mau berteman dan membagi perhatiannya ke gue. Hahaha, thank you!

Monday, 6 May 2013

Review: MotoGP Jerez 2013

Hello semuaaaaa!!! :D


Kalian semua pastinya udah pada tau dong hasil MotoGP Spanyol kemaren, yup tepat banget! Pedrosa adalah rider pertama yang melewati garis finish, diikuti oleh Marquez dan juga Lorenzo. Bagi kalian yang menonton race dari awal sampai akhir pasti tau persis dong gimana serunya race kali ini (tapi masih kalah seru dibandingkan GP Qatar), terutama di lap terakhir menjelang finish (mungkin lebih tepatnya satu tikungan menjelang garis finish).

Di sini, sebagai kaum awam yang hanya senang menikmati race dan tidak tau-menau tentang apa pun mengenai motor dan betapa sulitnya mengendarai motor berkekuatan 1000cc, gue mau membagikan opini gue ke kalian semua. Ini hanya sekedar opini, bagi siapa pun yang setuju alhamdulillah, dan bagi yang nggak ya monggo :).

Oke, untuk sebelumnya, gue pengen ngasih tau, karena Rossi adalah rider favorit gue, jadi kemungkinan besar sebagian review ini akan berisi tentang beliau. Dan kalo emang ternyata hasilnya tidak demikian, ya selamatlah untuk kalian yang memfavoritkan rider lain, hahaha :p.

Baiklah, mari segera kita mulai...

Pole position race kali ini diduduki oleh Jorge Lorenzo, diikuti Dani Pedrosa, Marc Marquez, Cal Crutchlow, dan Valentino Rossi. Bisa dibilang start di posisi ke-5 adalah posisi terbaik yang didapat Rossi sekembalinya dia di Yamaha.

Di 5 lap pertama Lorenzo sempat memimpin jalannya balapan, sampai pada akhirnya di lap ke-6 Dani Pedrosa mengambil posisinya. Sedangkan Rossi berhasil memperbaiki posisinya di posisi ketiga pada awal balapan, sampai pada akhirnya Marquez mendahuluinya di lap ke-2.

Race berlangung dengan adem ayem, tapi yang mendapat perubahan signifiikan adalah jarak antara Rossi dan Marquez. Jarak mereka semakin jauh. Kemarin, tidak ada perlawanan yang berarti dari Rossi terhadap Marquez. Tidak seperti di Sirkuit Qatar yang lalu. Mungkin untuk kalian yang sampai sekarang masih setia mendukung serta memfavoritkan sang The Doctor 46 ini akan mengharapkan performa Rossi seperti di Qatar. Ia bisa menyusul barisan depan walaupun terdapat perbedaan jarak yang cukup jauh. Karena gue pun berharap demikian.

Dan pemandangan yang menarik pun terjadi tepat di lap terakhir alias tikungan terakhir menjelang finish. Di tikungan tersebut Marquez berusaha mendahului Lorenzo dari sisi dalam yang sempit untuk merebut posisi kedua. Tapi hal tersebut tidak berjalan mulus seperti apa yang kita sama-sama harapkan. Lorenzo yang mungkin tidak melihat keberadaan Marquez dengan tidak sengaja menyenggol motor Marquez. Lorenzo pun akhirnya melebar dan terpaksa menyerahkan posisi yang telah di depan matanya tersebut kepada Marquez. Dengan hasil ini pun Marquez memimpin klasemen sementara.

Mungkin bagi kalian para pendukung Lorenzo akan sangat kecewa dan marah akan sikap Marquez tersebut, sama seperti apa yang Lorenzo lakukan. Tapi menurut gue pribadi, hal itu lumrah saja dilakukan. Lorenzo saat itu memang sedikit melebar dan menyisakan ruang yang memungkinkan Marquez untuk mendahuluinya. Lagian kan yang sebenarnya menabrakkan dirinya itu Lorenzo -___-".

Untuk sementara ini kita biarkan saja dahulu masalah Lorenzo-Marquez ini, kita berikan dulu waktu kepada Lorenzo untuk meredakan kemarahannya.

Sekarang mari kita lihat peforma sang empu-nya nomor 46. Terlebih dulu sekarang gue tanya ke kalian, gimana menurut kalian? Puas? Menarik? Mempesona? Menawan?

Terima kasih untuk kalian semua apabila berpendapat seperti itu. Tapi maaf banget, untuk kali ini, gue, sebagai seseorang yang amat sangat memfavoritkan sang Dokter tidak bisa mengatakan hal demikian. Memang sudah baik dia bisa finish di urutan ke-4, tapi sepanjang balapan hal yang gue tangkep adalah....... Rossi hanya bermain aman.

Tidak ada tanda-tanda dia seaktif saat di Qatar. Semua orang pasti sudah tidak meragukan lagi skill yang dimiliki oleh Rossi, segudang pengalaman yang dia miliki pun seharusnya dapat menjadi senjata utama untuk menghadapi lawan-lawannya. Tahun ini Rossi terlalu berhati-hati menghadapi setiap race. Gue gak tau, apakah ini efek dari kecelakaan yang dia alami di tahun 2010 lalu sehingga dia trauma. Tapi yang jelas ini bukanlah Rossi yang selama ini gue kenal, eh, maksudnya gue kagumi (kalo kenal mah, gue udah telpon2an sama dia tiap hari --").

Terlebih lagi, sekarang gue udah gak ngeliat lagi keunggulan Rossi yang katanya cepat di tikungan. Bahkan saat di tikungan pun dia tidak secepat rekan setim-nya, Jorge Lorenzo. Lalu, apa gerangan yang terjadi dengan Raja Balap Motor ini? Apa memang masanya telah habis?

Tidak. Itu opini gue. Dia belom habis. Dia hanya harus lebih berani lagi mengambil resiko. Dan untuk kali ini, gue amat setuju dengan apa yang dikatakan Matteo. Kalo LO ROSSI mau kembali di PODIUM TERTINGGI dan meraih gelar JUARA DUNIA, lo musti berani mengambil resiko yang jauh lebih berbahaya lagi, berani jatuh, dan bangkit kembali. Kalo lo masih kayak sekarang, bermain aman di setiap race. Lo akan berada di posisi ini aja, gak bisa duel dengan Pedrosa, Lorenzo, maupun Marquez.

Dan untuk ke sekian kalinya, gue masih tetap mengharapkan kehadiran lo lagi yang benar-benar nyata di dunia MotoGP ini, tidak seperti kesemuan yang ada sekarang. Lo memang udah kembali, tapi lo tidak seperti kembali. Masih ada 15 race lagi, semua kemungkinan masih bisa terjadi, perjalanan masih panjang dan amat sangat jauh. Gue yakin, kalo lo mau untuk lebih mengambil resiko dan tidak terus-menerus bermain aman, gelar juara dunia akan dengan mudahnya lo genggam. Yang lo butuhin sekarang adalah DIRI LO YANG DULU, lo yang selalu bermain agresif. Percayalah, pendukung lo akan selalu ada di sisi lo dalam keadaan apapun, tapi saat lo di posisi sekarang, kecewa, itu pasti.

Gue tau, gue bukan siapa-siapa dan gue gak patut ngomong tentang semua hal tentang lo kayak gini. Tapi gue cuma pengen ngeliat Rossi yang selama ini menjadi favorit gue berada di podium tertinggi, memegang trofi, dan juga meraih gelar juara dunia. Inget, lo belom abis Rossi. Lo patut mendapatkan yang jauh lebih baik lagi dari ini. Walaupun gue juga tau lo gak bakal baca ini dan gak bakal ngerti, tapi gue cuma mau ngeluarin apa yang selama ini ada di fikiran gue. Jadi.... Keep spirit. I will always support you :)


-the end, hahaha-

Salip Lorenzo, Marquez Akui Terinspirasi Rossi

Jorge Lorenzo menolak uluran tangan Marc Marquez yang
meminta maaf atas senggolan di tikungan terakhir
GP Spanyol, 5 Mei 2013.

Jerez - Marc Marquez melakukan aksi berani menyalip Jorge Lorenzo dari celah yang sangat sempit di putaran terakhir Grand Prix Spanyol Minggu (5/5) hingga mereka bersenggolan, dan menurut pengakuannya tindakan itu diilhami oleh para seniornya termasuk Valentino Rossi.

Tikungan terakhir di Sirkuit Jerez itu memang terkenal karena sering menjadi ajang pertarungan menegangkan dan kontroversial banyak pembalap, seperti insiden Rossi versus Sete Gibernau musim 2005 dan Mick Doohan versus Alex Criville pada 1996.

“Aku telah menyaksikan banyak video peristiwa di tikungan terakhir itu, video Valentino, (Dani) Pedrosa dan lain-lain, dan aku tahu memang memungkinkan untuk menyalip di sana,” kata Marquez.

Buah keberaniannya, dia sekarang memimpin klasemen, sementara Lorenzo melorot ke posisi tiga.

Ironisnya bagi Lorenzo, baru hari Sabtu (4/5) lalu tikungan itu diberi nama “Jorge Lorenzo Corner” sebagai penghargaan pada prestasi juara dunia dua kali itu, yang juga berulang tahun ke-26 di hari yang sama.

Marquez mengatakan bisa mengerti kalau Lorenzo marah padanya pasca senggolan itu.

“Jika orang lain melakukan itu padaku, jelas aku juga akan marah, bukan karena peristiwanya tapi karena turun satu tempat di podium. Aku bisa memahami itu, tapi betapa pun juga aku sudah minta maaf,” papar pendatang baru di MotoGP ini.

“Bagi para fans, ini tontonan putaran terakhir yang menarik. Hal terpenting adalah kami berdua bisa finis dan kuharap hubungan kami bisa sedikit membaik setelah beberapa hari,” pungkas pembalap Repsol Honda itu.


Source: http://www.beritasatu.com/

Rossi: Jarak di Klasemen Belum Jauh

Valentino Rossi


Jerez - Gagal memenuhi target finis di podium Grand Prix Spanyol, Valentino Rossi menghibur diri dengan mengatakan balapan masih panjang dan banyak poin bisa diperebutkan.

“Di klasemen kami tidak terlalu jauh tertinggal dari pemuncaknya dan hari ini kami bisa meraup poin penting,” kata Rossi yang finis keempat di Sirkuit Jerez, Minggu (5/5).

Di klasemen sementara, Rossi juga bercokol di posisi empat dengan 43 poin, terpaut 18 poin dari pimpinan klasemen Marc Marquez.

“Aku ingin berada di podium tapi sayangnya itu tidak terjadi. Kami akan coba lagi,” kata the Doctor dalam surel yang dikirim ke Beritasatu.com.

Ditambahkannya hasil di Jerez itu di luar dugaan tim Yamaha yang sebelumnya mendominasi ujicoba pramusim, sesi latihan dan kualifikasi di sirkuit yang sama.

“Di Sirkuit Jerez ini aku berharap kami bisa lebih kencang dari Honda, tapi mereka finis di depan kami. Ada beberapa pekerjaan yang harus kami tuntaskan untuk membenahi motornya,” kata the Doctor.

Senin ini juga, semua tim diberi kesempatan akan melakukan uji coba setelan motor di Jerez.

Manajer tim Yamaha Factory Racing, Wilco Zeelenberg, menjelaskan kendala utama timnya di Jerez adalah pada kinerja ban, khususnya di motor Jorge Lorenzo.

“Kami kesulitan menguasai motornya sepanjang balapan. Setelah lima putaran kinerja ban melorot jauh dan Jorge kehilangan keunggulan di sana-sini. Dia bisa menuntaskan balapan dan itu yang penting,” kata Zeelenberg.


Source: http://www.beritasatu.com/

Wednesday, 1 May 2013

Rossi akan Cegah Trio Spanyol Kuasai Podium Jerez

Valentino Rossi

Jerez - Seri ketiga MotoGP akan berlanjut di Sirkuit Jerez, Spanyol, negara yang musim ini melahirkan tiga pembalap hebat di tiga besar klasemen.

Namun, Valentino Rossi bisa menggagalkan impian publik tuan rumah untuk melihat tiga jagoan mereka -Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa- memenuhi podium, karena sirkuit itu sudah dikenalnya dengan sangat baik, cocok dengan gaya membalapnya dan sesuai dengan karakter Yamaha M1.

Rossi juara enam kali di sana di kelas premier (500cc/MotoGP) plus dua trofi di kelas 125cc dan 250cc.

Dalam 13 balapan yang dilakoninya di trek sepanjang 4,4 km di Jerez, sembilan di antaranya dituntaskan dengan finis di podium.

Setelah menuai hasil kurang memuaskan di Texas, yang membuatnya merosot di posisi klasemen dari dua ke empat, the Doctor tegas mematok target podium akhir pekan ini.

”Jerez akan menjadi balapan yang sangat penting. Aku yakin dan berharap bahwa kami bisa sangat kencang seperti waktu uji coba,” kata Rossi.

Dia dan rekannya Jorge Lorenzo memang bergantian memimpin hasil uji coba pra musim terakhir di sirkuit itu, yang penuh tikungan berganti arah dan area pengereman yang berat.

“Kami harus bekerja dengan benar dan mengincar podium. Kami masih harus melakukan sesuatu, khususnya setelan motor, namun kami punya beberapa gagasan,” katanya dalam email ke Beritasatu.com, tanpa merinci lebih jauh.

“Kemudian pada hari Senin usai balapan kami akan melakukan pengetesan di sana dan berkesempatan mencoba hal-hal yang berbeda. Jerez, Le Mans dan Mugello semua adalah sirkuit yang meguntungkan kami dan di sana kami akan tampil bagus.”


Source: http://www.beritasatu.com/

Sunday, 28 April 2013

Schwant: MotoGP Tanpa Rossi Bukan Apa-apa


Austin, (Analisa). Kevin Schwantz kembali memantik kontroversi. Menghilangnya Valentino Rossi dari peredaran selama dua tahun ketika memperkuat Ducati disebutnya telah membuat MotoGP menjadi tidak berharga.

Pria 34 tahun asal Italia ini memang legenda hidup balap motor. Keberhasilannya meraih sembilan gelar juara dunia, di mana tujuh diantaranya direbut di kelas premier membuatnya dijuluki The Doctor.

“Tanpa Valentino Rossi, kejuaraan dunia MotoGP tidak berharga,” kata Schwantz seperti dikutip Motorcycle News.

Namun, tak semua setuju dengan pernyataan dari juara dunia kelas 500cc 1993 asal Texas, Amerika Serikat itu. Pedrosa yang sebelumnya sempat dikritik Schwantz takkan pernah bisa menjadi juara dunia, menjadi salah satu orang yang membantah ucapannya. “Kita tahu Valentino telah melakukan hal yang hebat di olahraga ini. Namun, jika selama ini dia membalap sendirian apakah ia akan dinilai sama seperti sekarang?” tanya Pedrosa.

“Jangan lupa selama dua tahun ini ketika dia mengalami kesulitan, masih muncul beberapa balapan bagus dan momen-momen luar biasa,” cetus Pedrosa.


Source: http://www.analisadaily.com/

Saturday, 27 April 2013

Masa Depan Valentino Rossi ada di Balap NASCAR?



Pasca MotoGP Austin 2013, Valentino Rossi langsung menjajal balapan NASCAR. Ia tampil memukau dengan tunggangan Toyota. Apa benar masa depan balapan The Doctor ada di NASCAR?

Formula One sempat menjadi dunia idaman bagi Valentino Rossi. Namun be

berapa bulan kemarin, rekan setim Jorge Lorenzo ini mengutarakan bahwa usianya tidak ideal untuk mengawali karir di F1. Pasca F1, kini balapan NASCAR dikait-kaitkan menjadi masa depan balapan The Doctor.

Rossi sendiri cukup antusias menjalani seri balapan NASCAR. Ia bahkan menonton film Days of Thunder (rilis tahun 1990) yang berbicara tentang balapan NASCAR berkali-kali.

“Saya nonton Days of Thunder mungkin 300 kali,” kata Rossi kepada USA TODAY Sports. “Ini film (buatan) Eropa yang berbicara tentang dunia NASCAR.”

Saat mendapatkan tawaran terjun ke balap NASCAR, ia sempat mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri.

“Aku berkata, ‘Apa aku bisa menyetir mobil?” Mereka menjawab, ‘Ya.’ Aku berkata, ‘OK. Aku akan datang."

“Saya memiliki banyak teman di Eropa dan Italia yang mengikuti perkembangan balapan NASCAR. Pada awalnya, itu cukup aneh karena saya kesulitan saat menjalankan mobilnya,” lanjut rider yang meraih posisi kedua di MotoGP Qatar 2013 kemarin.


Performa gemilang Rossi di balap NASCAR mengundang komentar dari legenda NASCAR, Busch.

“Saya pikir dia melakukan sebuah hal yang sangat bagus. Dia memulai balapan dengan sedikit lambat, namun di fase selanjutnya dia bisa meningkatkannya,” puji Busch seperti dilansir Autosport.

“Itu adalah hal yang bagus untuk orang yang baru memulai,” tambah Busch.


Source: http://sidomi.com/

Wednesday, 24 April 2013

Jempol Rossi untuk Marquez

Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, bersama Marc Marquez yang masih kecil -atas-. Pebalap Yamaha, Valentino Rossi (kiri), memberikan selamat kepada pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang memenangi GP Austin, Minggu (21/4/2013) -bawah-.

Valentino Rossi langsung mengacungkan jempol dan mengulurkan tangan kirinya untuk memberikan ucapan selamat, ketika Marc Marquez memenangi GP Austin di Circuit of the Americas, Minggu (21/4/2013) waktu setempat. "The Doctor" tampaknya ikut bangga dengan kesuksesan "Si Bocah Ajaib" yang tak perlu waktu lama untuk naik podium utama MotoGP.

Terlebih lagi, Marquez juga menorehkan sejarah sebagai pebalap termuda yang memenangi sebuah seri kelas premier. Pada usia 20 tahun 35 hari, pebalap Spanyol ini mampu melibas para rival dan favorit juara dunia, yang juga seniornya, seperti Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, termasuk Rossi, idolanya.

Padahal, enam belas tahun silam, ketika Rossi memulai debutnya di arena balap motor, Marquez baru tiga tahun mengenal dunia alias baru berusia sekitar tiga tahun. Ketika itu, Rossi bertarung di kelas paling kecil, 125 cc, bersama tim Aprilia.

Dua tahun di sana (125 cc), Rossi pindah ke kelas 250 cc dan menjadi juara pada tahun 1999, sebelum beralih ke kelas paling bergengsi, 500 cc, pada tahun 2000. Setelah beradaptasi satu musim, Rossi pun menjelma menjadi raja kelas 500 cc dengan menjadi juara pada tahun 2001, yang menjadi era terakhir kelas itu, sebelum berganti nama menjadi MotoGP.

Mulai tahun pertama MotoGP, pebalap Italia kelahiran 16 Februari 1979 ini tak terkalahkan. Rossi menjadi juara sejak 2002 hingga 2005, sebelum "terpeleset" dalam dua musim berikutnya karena hanya mampu menjadi runner-up dan berada di peringkat ketiga. 

Pada 2008, ketika Rossi kembali memperlihatkan hegemoninya di kelas premier dengan merengkuh gelar keenamnya, giliran Marquez yang melakukan debutnya di arena balap motor, tepatnya pada 13 April 2008 saat dia berusia 15 tahun 56 hari, di GP Portugal. Prestasi Marquez pada dua tahun pertama tak menarik perhatian karena dia hanya menempati posisi ke-13 dan ke-8, sedangkan Rossi berhasil menambah satu gelar lagi pada 2009.

Setahun berselang, saat Rossi gagal mempertahankan gelar juara dunia karena ditaklukkan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo; Marquez justru mulai menyita perhatian dengan menjuarai kelas terkecil itu, dan memutuskan untuk naik ke kelas Moto2. Dalam debutnya di kelas baru tersebut, Marquez, yang tanggal kelahirannya satu hari setelah Rossi, mengundang decak kagum karena dia menjadi pesaing berat untuk menjadi juara dunia.

Sayang, kecelakaan saat GP Malaysia mengubur impiannya untuk merengkuh gelar tersebut pada musim perdananya. Meskipun digadang-gadang akan segera pindah ke MotoGP, Marquez memutuskan untuk bertahan di Moto2, hingga akhirnya sukses mengemban misi menjadi juara pada 2012.

Ketika nama Marquez sedang berkibar, Rossi justru tenggelam. Performanya yang buruk bersama Ducati selama musim 2011 dan 2012 membuat Rossi nyaris terlupakan sehingga muncul kabar pebalap Italia tersebut akan segera meninggalkan MotoGP dan beralih ke Superbike ataupun olahraga roda empat.

Mendengar rumor tersebut, Marquez berusaha mencegah karena dia ingin bertemu dan bertarung dengan sang idola di trek MotoGP. "Saya berharap Rossi tak pensiun sebelum saya pindah ke MotoGP. Dia salah satu pebalap terbesar yang pernah ada, dan saya ingin berlomba dengannya," ujar Marquez ketika itu.

Memang, Marquez sangat mengidolakan Rossi. Tak heran bila dia memiliki beberapa miniatur motor Rossi, yang disimpan di kamar tidurnya. Lebih dari itu, Marquez ingin belajar sekaligus bertarung dengan pahlawannya.

Pucuk dicinta ulam tiba. Pada 2013, ketika Marquez naik ke MotoGP untuk bergabung dengan tim Repsol Honda, Rossi pun membuat keputusan besar dengan meninggalkan Ducati untuk kembali menunggang YZR-M1, yang kompetitif. Dengan demikian, mereka punya kesempatan untuk bertarung karena sama-sama berada di tim yang tangguh.

Duel pertama terjadi saat uji coba resmi pra-musim di Sirkuit Sepang, Malaysia. Waktu itu, Rossi tak sungkan menularkan ilmunya kepada Marquez, yang mengaku memanfaatkan sedikit kesempatan untuk menimbanya. Rossi pun memberikan pujian setelah melihat performa Marquez.

Nah, pertarungan sesungguhnya terjadi saat seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar, 7 April lalu. Dalam balapan malam hari itu, Lorenzo memang mendominasi balapan dan menjadi juara, tetapi publik disuguhkan tontonan yang menarik nan mendebarkan antara Rossi dan Marquez, yang berakhir dengan kemenangan bagi sang legenda karena finis di posisi kedua (Marquez posisi ketiga).

"Sangat menakjubkan bisa berada di sana, bertarung dengan pahlawan saya. Dia menyalip saya, dan saya membalasnya. Akhirnya dia yang menang, tetapi saya akan belajar dari kesalahan!" ujar Marquez tentang balapan itu.

Pada seri kedua yang berlangsung di trek baru Circuit of the Americas, Texas, Minggu (21/4/2013), Marquez menorehkan tinta emas di dunia MotoGP. Juara dunia Moto2 ini menjadi pebalap termuda yang menjuarai sebuah seri kelas premier, mematahkan rekor Freddie Spencer yang sudah bertahan selama 30 tahun. Dalam balapan itu dia mengalahkan dua kompatriotnya yang juga favorit juara dunia 2013, Pedrosa dan Lorenzo.

Sementara itu, Rossi gagal memperlihatkan performa seperti di Qatar. Start dari posisi kedelapan, juara dunia sembilan kali Grand Prix ini hanya mampu finis di urutan keenam. Akan tetapi, ada hal menarik yang diperlihatkan Rossi. Dia langsung mendekati, mengacungkan jempol, dan memberikan selamat kepada Marquez, yang dengan senang hati menerima uluran tangan idolanya.

Tampaknya, apa yang dilakukan Rossi menjadi sebuah penegasan bahwa apa yang pernah dikatakannya, yaitu Marquez lebih baik dari dirinya, telah menjadi kenyataan. Marquez hanya perlu dua seri untuk naik podium utama MotoGP, bandingkan dengan Moto2, ketika Marquez harus menunggu sampai seri keempat untuk meraih kemenangan pertama.

Meskipun tercatat sebagai pebalap termuda yang memenangi MotoGP, Marquez gagal menyamai rekor Max Biaggi dan Jarno Saarinen, yang langsung menjuarai seri pertama dalam debutnya di kelas 500 cc/MotoGP. Walau demikian, kemenangan di seri kedua ini lebih baik dari pencapaian Lorenzo dan Pedrosa; Lorenzo menang pada seri ketiga di 2008, sementara Pedrosa pada seri keempat di tahun 2006.



Source: http://otomotif.kompas.com/

Monday, 8 April 2013

Rossi Membuat MotoGP "Hidup" Lagi

Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, menjelang GP Qatar, Minggu (7/4/2013) malam.


Dalam dua musim terakhir setelah Valentino Rossi berpisah dengan Yamaha, MotoGP nyaris tanpa gereget. Ibarat sayur tanpa garam, perhelatan adu kecepatan "kuda besi" ini terasa hambar karena nyaris hanya mengandalkan kecepatan semata, meskipun keterampilan individu tetap jadi hal utama.

Rossi, yang sebelumnya selalu menyuguhkan aksi memukau nan menghibur, tak bisa berbuat banyak. Ducati Desmosedici yang dikendarainya tak mampu bersaing dengan dua pabrikan Jepang, Honda dan Yamaha, yang tampil dominan. Tak heran gelar juara dunia 2011 jatuh ke tangan Casey Stoner (Repsol Honda), dan gelar 2012 diraih Jorge Lorenzo (Yamaha), sedangkan Rossi hanya tiga kali naik podium dalam dua musim itu (tanpa pernah meraih kemenangan).

Di awal musim 2013, Rossi memutuskan untuk kembali bergabung dengan Yamaha, tim yang pernah membawanya meraih empat gelar juara dunia MotoGP. Ternyata performa "The Doctor" bisa meningkat lagi, meskipun dia sendiri mengakui belum memiliki level setinggi Lorenzo dan Dani Pedrosa, yang musim lalu menjadi runner-up.

Ini membuat bos Yamaha, Lin Jarvis, sangat antusias. Dia pun secara gamblang mengakui bahwa kembalinya Rossi bersama YZR-M1 yang kompetitif akan membuat MotoGP lebih menarik dan menghibur.

"Hadirnya Valentino yang kembali menunggang motor kompetitif merupakan hal yang bagus bagi olahraga ini, bagi kami, dan juga baginya," ujar Jarvis, awal pekan lalu.

Ternyata harapan Jarvis dalam petikan pernyataan itu benar-benar terbukti. Seri pembuka MotoGP 2013 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (7/4/2013) malam waktu setempat atau Senin (8/4) dini hari waktu Indonesia, menjadi arena pertunjukan Rossi sebagai seorang entertainer sejati di trek balapan. Pertunjukan itu kian menarik dengan kehadiran rookie MotoGP yang digadang-gadang bakal jadi raja kelas premier, Marc Marquez.

Ya, Rossi dan Marquez menjadi bintang GP Qatar. Memang, Lorenzo adalah pemenang lomba malam hari itu, tetapi aksi menegangkan dan seru terjadi antara Rossi, si veteran, dan Marquez, si yunior yang mengidolakannya.

Baik Rossi maupun Marquez sempat tercecer di urutan kedelapan saat lap pertama. Marquez yang start dari urutan keenam turun dua strip jelang tikungan pertama, sedangkan Rossi yang start dari urutan ketujuh membuat kesalahan kecil karena melebar saat menyalip pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, untuk naik ke urutan keempat, yang membuatnya melorot empat posisi.

Namun, inilah awal dari pertunjukan dua pebalap penuh keterampilan tersebut. Marquez lebih dulu menyodok ke urutan ketiga, bahkan sukses mengalahkan rekan setimnya, Dani Pedrosa, untuk merebut posisi kedua. Sementara itu, Rossi harus berjibaku di kelompok yang memperebutkan posisi kelima, yang waktu itu ditempati pebalap LCR Honda, Stefan Bradl.

Setelah berlangsung selama delapan lap, Rossi berhasil menyalip Bradl. "The Doctor" pun memulai misi untuk mengejar podium, meskipun peluang sangat kecil mengingat tiga pebalap di depannya, Marquez, Pedrosa, dan Cal Crutchlow, cukup cepat dan sudah memimpin lebih dari empat detik.

Pelan tapi pasti, Rossi terus memangkas gap dengan Crutchlow. Setelah melewati pebalap Yamaha Tech 3 ini, Rossi tak perlu waktu lama untuk melewati Pedrosa di urutan ketiga, sebelum memberikan ancaman kepada Marquez.

Pertarungan dengan juara bertahan Moto2 ini menyita perhatian. Publik seolah-olah tak peduli lagi dengan Lorenzo, yang sudah terlalu jauh memimpin. Saat balapan tersisa dua lap lagi, Rossi menyalip Marquez. Tak lama berselang, pebalap berusia 20 tahun itu kembali mengalahkan Rossi di lintasan lurus menjelang tikungan.

Namun, pengalaman dan mental juara yang dimiliki membuat Rossi bisa mengatasi situasi. Peraih sembilan gelar juara dunia Grand Prix ini dengan tenang kembali melewati Marquez di tikungan, dan sukses mempertahankan posisinya tersebut hingga menyentuh garis finis dengan keunggulan 0,211 detik (sedangkan Lorenzo unggul 5,990 detik atas Rossi).

Memang, ini baru seri pembuka. Namun, apa yang diperlihatkan Rossi dan Marquez menjanjikan tontonan menarik pada seri-seri berikutnya mengingat kedua pebalap ini kompetitif untuk bersaing dengan Lorenzo dan Pedrosa, yang menjadi favorit juara dunia 2013.

Apa yang dilakukan Rossi ini mengingatkan kembali penampilannya pada musim-musim, baik ketika dia membela Honda maupun Yamaha. Waktu itu, Rossi selalu mengundang decak kagum dengan aksi-aksinya yang menghibur dalam pertarungan dengan para rival, termasuk dengan Lorenzo ketika mereka masih satu tim pada 2010, serta dengan Stoner yang sudah pensiun pada akhir musim lalu, di Laguna Seca.

Rossi pun memiliki cerita dan rivalitas yang tinggi dengan para pebalap di generasinya, yaitu Max Biaggi dan Sete Gibernau. Di setiap balapan, dia selalu memperlihatkan aksi salip-menyalip dengan dua pebalap itu, yang kini sudah pensiun.


Source: http://olahraga.kompas.com/

Tuesday, 5 March 2013

Saudara Tiri Valentino Rossi Lakukan Debut di Moto3?



Saudara tiri Valentino Rossi, Luca Marini, dikabarkan mendapatkan kesempatan untuk melakukan debutnya di Kejuaraan Dunia. Rumor yang beredar di media Italia dan Spanyol, Marini memperoleh wild-card di Misano.

Bocah berusia 15 tahun ini baru saja menandatangani kontrak dengan Team Twelve Racing di CIV Championship Italia. Menurut media olahraga Italia, Tuttosport, dan situs Spanyol, Marca.com, Marini akan menggunakan tim Italia 2012 FTR Honda, yang ditunggang Romano Fenati di kelas Moto3 musim lalu, di mana dia berhasil meraih empat podium, termasuk kemenangan di Jerez.

Umur yang masih terlalu muda menjadi kendala bagi Marini untuk berkompetisi di grand prix, karena dia baru akan berusia 16 tahun pada 10 Agustus mendatang. Nah, setelah itu, Marini akan mendapatkan kesempatan tampil di GP San Marino pada 15 September.

Sumber dari kedua media itu menambahkan bahwa dalam tes baru-baru ini di Valencia, yang diwarnai hujan dan angin, Marini mengatakan dia memanfaatkan gangguan cuaca itu untuk "mempelajari kemampuan fisiknya". Tim Twelve juga mempertimbangkan Marini untuk tampil di CEV Spanyol dan Kejuaraan Eropa.

Marini, juara MiniGP 80 cc Italia pada tahun 2011, sering latihan di 'MotoRanch' milik Rossi setiap hari Sabtu. Dia menggunakan Honda CRF 250.


Source: http://otomotif.kompas.com/

Monday, 4 March 2013

Marc Marquez Belajar Banyak dari Valentino Rossi

Marc Marquez


Meski berada di dua tim yang berbeda, juara dunia tujuh kali, Valentino Rossi, tak segan berbagi pengalaman dengan pebalap muda dari tim Honda, Marc Marquez. Rossi membagi ilmu kepada juniornya tersebut dengan cara yang unik pada hari terakhir ujicoba pramusim di Sirkuit Sepang akhir pekan lalu.

Sepanjang tiga putaran jelang latihan berakhir, keduanya berkendara dengan kecepatan tinggi dan dalam jarak yang dekat. Marquez memanfaatkan kesempatan itu untuk mempelajari teknik yang dimiliki Rossi. Begitu juga dengan Rossi, ia memperhatikan teknik berkendara Marquez dari belakang.

"Awalnya saya merasa agak aneh, tapi saya cukup senang. Saya beruntung bisa melihat cara berkendara pebalap dengan segudang pengalaman dan saya belajar banyak darinya," ujar Marquez seperti dikutip Crash.net.

Saat diwawancarai usai balapan, Rossi juga mengaku senang bisa berbagi pengalaman denagn Marquez. Menurutnya, gaya berkendara Marquez cukup baik sebagai pebalap muda. Ia juga mengaku senang dengan gaya berkendara juara dunia Moto2 2012 itu.

"Gaya berkendaranya sangat keras. Saya sangat senang melihatnya. Saya sudah bialng kepada Marquez bahwa kami akan bersaing musim depan tapi kami harus menikmatinya," ujar mantan pebalap Ducati tersebut sambil bercanda.


Source: http://www.bolanews.com/

Friday, 1 March 2013

MotoGP 2013: Kisah "Duel" Valentino Rossi dan Marc Marquez di Sepang




Valentino Rossi dan Marc Marquez adalah dua sosok yang aksi-aksinya paling dinanti musim ini. Dalam dua kesempatan tes resmi MotoGP di Sirkuit Sepang, baru sekali keduanya bertemu di lintasan. Yang terjadi, kata mereka, lucu....

Kedua rider beda generasi itu kebetulan keluar pit bersamaan. Biasanya kalau dua pembalap papan atas bertemu dalam situasi tes seperti itu, maka akan terjadi aksi saling menunggu. Pembalap yang sudah terlanjur di depan pun biasanya melambat atau mundur. Itu cara mencegah musuh berkesempatan mengamati racing line maupun riding style mereka, sekaligus mencari kelemahan dan kekuatan.

Belum lagi soal slip streaming atau memanfaatkan hambatan angin musuh di depan, ketika dapat kesempatan malah bisa lebih kencang. Maklum tidak semua sektor seorang pembalap dan motornya bisa berkuasa. Nah itu kandang dihindari sesama pembalap. Sebaliknya buat Rossi dan Marquez, mereka justru saling bertukar posisi untuk mengamati jurus  masing-masing tanpa harus janjian. Seperti sudah sama-sama tau dan sama-sama ingin melakukannya.

Tiga lap pertama Rossi di depan. Marquez yang sejak bocah menjadi penggemar berat Rossi membuntuti. Selanjutnya, Marcuez di depan dan The Doctor puas-puasin mengamati semua pergerakan rider muda Repsol Honda itu. “Pada awalnya sedikit kagok dan aneh karena satu lintasan dengan seorang Valentino Rossi. Pada akhirnya saya sangat senang karena banyak yang saya pelajari dari rider penuh pengalaman seperti dirinya meski hanya 3 laps,” tutur Marquez.


Terus Marquez membandingkannya dengan gaya balap sendiri di setiap tikungan. "Di beberapa sudut saya mengambil jalur yang salah atau terlalu sulit dibandingkan darinya. Ia terlihat mudah dan tetap cepat yang buat saya sebelumnya agak sulit dan tak bisa mencapai limit kecepatan atau lebih lambat. Jadi, banyak yang saya petik saat mengekor di belakangnya. Selanjutnya saya pindah di depannya dan melaju beberapa lap. Itu pengalaman sangat lucu,” lanjut Marquez.

Tak kalah senang adalah Rossi yang sejak lama sudah memuji kecepatan dan karakter Marquez. “F**k, ia geber motor sangat keras. Sangat lucu dan menyenangkan menonton aksi Marquez langsung dari belakang motornya. Saat keluar pit, saya melihatnya menunggu dan saya melaju ke depan. Setelah tiga lap saya melambat dan ia ke depan. Jadi, masing-masing kami memberikan informasi tapi sekaligus juga mendapatkan sesuatu dari masing-masing,” tutur The Doctor yang pernah melakukan hal sama pada Kenny Roberts Jr waktu dia baru naik ke GP500 di Sepang.

Hal seperti itu tak pernah terjadi dengan Jorge Lorenzo maupun Dani Pedrosa saat uji coba maupun latihan jelang lomba. Mereka selalu melambat bila melihat Rossi di belakang. Begitu pun Rossi. “Di mata saya, gaya balap Marquez mirip Stoner, mungkin karena sama-sama di atas Honda. Saya menikmati karena gaya balapnya spektakular,” puji Rossi yang sudah bicara langsung kepada Marquez kalau musim ini mereka berpotensi tarung satu sama lain dan menikmati balapan.


Source: http://maniakmotor.com/

Sunday, 17 February 2013

3 Harapan untuk Valentino Rossi di MotoGP 2013


Hari ini, tepat hari lahir Sang Legenda Hidup MotoGP, Valentino Rossi yang ke-34. Bersamaan dengan itu saya (dan mungkin seluruh penggemar Valentino) mempunyai harapan untuk Valentino di MotoGP 2013. Setelah musim sebelumnya awan mendung menyelimuti saat di tim Ducati kini titik terang mulai nampak pada wajah Vale setelah ia memutuskan untuk kembali bersama Yamaha... dan berikut 3 harapan untuk pemilik abadi ‘si kuning’ Empat Enam di MotoGP 2013:


1. Kembali kompetitif di barisan depan (memenangkan lomba)

Selama membela tim Ducati selama 2 musim terakhir, Vale sangat teramat sangat jarang berada di baris terdepan. Dari 35 balapan bersama Ducati, Vale hanya berhasil meraih 3x podium. Prestasi terbaiknya pun hanya podium ke -2. Dengan kembalinya Valentino ke Yamaha di harapkan rider asal Italia ini mampu untuk tampil kompetitif bersaing untuk memenangkan lomba. Cahaya terang mulai kian tampak saat tes Sepang dilalui. Valentino konsisten mencatatkan waktu terbaik dalam posisi 4 besar. Ini menjadi pertanda awal yang baik, tidak hanya bagi Vale sendiri tapi bagi semua penggemar MotoGP pada umunya dan penggemar Valentino Rossi pada khususnya


Setidaknya tidak lama lagi Vale akan mengakhiri puasa kemenangan yang terakhir di raihnya saat GP Malaysia 2010 silam.


2. Selebrasi kemenangan yang unik nan menghibur

Seiring tercecernya Valentino dari persaingan baris terdepan bersama Ducati, tentu kita sudah tidak pernah lagi melihat selebrasi dari Valentino Rossi. Tentu semua sepakat bahwa Vale lah pencetus aksi-aksi selebrasi yang ‘gila’....

Rider mana yang sengaja untuk mampir di toilet,


bermain bowling manusia,


atau sampai menghadirkan pengacara untuk mengesahkan gelar juara dunianya.


Akankah Valentino Rossi akan kembali? Walau tidak dalam setiap kemenangan setidaknya dalam satu atau dua kemenangan kita dapat menyaksikan aksi tersebut. Valentino Rossi… dunia dan seluruh Rossifumi menantimu.


3. Meraih Gelar Juara ke – 10 (dan seterusnya)


Ini yang paling ditunggu-tunggu Rossifumi, di usianya yang sudah menginjak 34tahun diharapkan Valentino masih bisa bersaing memperebutkan kemenangan dan akhirnya bisa meraih Gelar Juara Dunia yang ke – 10 di musim ini.



Source: http://olahraga.kompasiana.com/

Saturday, 19 January 2013

Valentino Rossi Dikabarkan Meninggal Dunia


Banyaknya berita simpang siur mengenai kematian juara dunia sembilan kali MotoGP, Valentino Rossi benar-benar menggemparkan. Sebuah cerita yang muncul mengatakan bahwa Rossi meninggal merupakan tipuan dari sosial media.

Rossi masih hidup dan sehat. Namun beberapa fans di situs jejaring sosial mendapat kabar dari rumor dan mulai untuk berkabung mempertanyakan kematian Rossi. Beberapa contohnya meliputi:
"Benar-benar Valentino Rossi meninggal dalam kecelakaan mobil?"
"Apakah benar Valentino Rossi sudah mati?? :/"
"RIP Valentino Rossi ..: '("
"R.I.P Valentino Rossi # 46"

Rossi adalah hanya salah satu dari banyak selebriti yang menjadi korban internet. Namun bisa dipastikan bahwa pembalap Yamaha Factory Racing tersebut baik-baik saja dan tidak mengalami kecelakaan apapun. (Kutipan dari Travelerstoday.com).

Valentino Rossi baik-baik saja




Source: http://motor.sportku.com/

Tuesday, 2 October 2012

My 17th Birthday


Nggak kerasa sekarang kita udah ada di penghujung tanggal 2 bulan Oktober tahun 2012. Hari ini hari dimana kita memperingati Hari Batik Nasional yang bertepatan dengan ulang tahun gue, wkwkwk.

Gue bener-bener gak nyangka hari ini bakal jadi hari yang paling, paling, paling, paling menyenangkan buat gue! Pada awalnya gue gak nyangka mereka bakal ngasih surprise yang membuat gue pengen ngulangin hari ini lagi, lagi, dan lagi.

Gue gak tau lagi musti bilang apa ke kalian, gue sayang kalian, gue merasa beruntung punya temen seperti kalian. Gue pengen ngucapin terimakasih sebesar-besarnya ke kalian. Gue bener-bener speechless, banget!

Dan gue berterimakasih, karena kalian udah mewujudkan #OctoberWish gue :') Love you, guys :'*


Wednesday, 22 August 2012

From my point of view: Marc Marquez

Sekarang ini, siapa coba yang gak kenal Marc Marquez. Seorang remaja berusia 19 tahun yang bergaya di ajang balap motor. Yup, dia merupakan seorang rider Moto2, kejuaraan dunia balap motor di bawah MotoGP. Semua orang pasti mengakui kehebatannya saat berada di lintasan, wajahnya yang tampan, serta senyum manis yang dimilikinya. Hal itu tentu saja sangat membuat banyak cewek yang mengidolakannya, termasuk gue.

Tahun depan, Marquez tidak akan membalap lagi di Moto2. Dia akan membela Honda di tahun depan, dan mewujudkan impiannya untuk menjadi MotoGP World Championship. Dulu, Marquez pernah berkata ke media, bahwa ia ingin sekali bisa bertarung dengan Rossi di lintasan. Ia sangat berharap jika ia sudah di kelas MotoGP nantinya, Rossi belumlah pensiun. Ia sangat mengagumi seorang The Doctor, dan meyakini bahwa hingga detik ini kehebatannya itu masih ada.

Banyak orang yang menyebutkan ia mirip sekali dengan Lorenzo, tapi menurut gue dia lebih mirip dengan seorang Valentino Rossi, sang legenda hidup MotoGP. Sama seperti Rossi, ia mengawali karirnya di kelas 125cc, dan baru ikut kejuaraan Moto2 setelah berhasil meraih gelar juara dunia 125cc. Marquez pun menjadi rider yang pertama kali memenangkan 5 kali balapan berturut-turut setelah Rossi di tahun 1997. Kemenangannya yang kesepuluh yang didapatkannya ditahun 2010 juga menyamai rekor Rossi pada tahun 1997.

Mungkin gue gak salah untuk melihat karakter yang dimilikinya sama dengan Rossi. Terlebih lagi selebrasi yang biasa ia lakukan seperti terlihat mengalir begitu saja, dapat membawa para penonton di layar kaca merasakan keberadaannya di sirkuit itu sendiri. Memang kemampuannya kini belum bisa disamai dengan Rossi, sang legenda hidup MotoGP yang telah memenangi 7 kali kejuaraan dunia kelas yang paling bergengsi, MotoGP. Tapi, tdak ada salahnya kan, kalo nanti Marquez bisa menjadi the next Rossi?

Gaya membalap yang ia pertontonkan juga sama seperti Rossi, kalem, sabar, tapi pasti. Mencari saat-saat yang tepat untuk berada di depan, dan mengurangi sekecil pun resiko yang ada. Dan sekarang, yang paling gue tunggu-tunggu adalah pertarungan antara Rossi dan Marquez di 2013 mendatang. Mengingat Rossi akan kembali ke Yamaha, pabrikan yang memiliki motor jauh lebih kompetitif dibandingkan Ducati. Sedangkan Marquez akan bergabung dengan Honda, pabrikan dengan motor terkuat saat ini.

Semoga saja, penampilan mereka di tahun mendatang dapat menarik perhatian tersendiri di mata para penonton dan penggemar setianya. Dan semoga, mereka bisa terus sukses dengan karir yang mereka jalani saat ini, aamiin~

Tuesday, 14 August 2012

Can You Find It?

From a set of words below, there is something that is meaningful to me. Can you find it?


Langkah ku kini, tak membawa ku pada mu
Tertatih aku melangkah penuh rasa pasrah
Fenomena cinta ini selalu terasa menyakiti hati
Raga pun tak berkutik membenarkannya
Dalam sunyi, aku tertunduk lemah
Itulah cinta, terlalu naif
Apa pun yang ku lihat belum tentu menyenangkan
Seperti apa yang selalu ku katakan, "You make me crazy!"
Ukiran senyum palsu ku pun terkuak
Upaya ku untuk mendapatkan senyum mu terlalu sukar
Itu karena aku terlalu memberikan mu ♥

Thursday, 8 March 2012

Cinta itu...


Cinta itu seperti kupu-kupu, tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan pada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan buru-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli kepadanya.

Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta itu bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”.

Cinta itu bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”.

Cinta itu bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”.

Cinta itu bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama, maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu,tapi bagaimana belajar.


Cara terbaik mencintai :

Jangan pernah jatuh cinta, karena jika jatuh itu sakit, jatuh itu berderai, dan setelah berderai tidak bisa kamu kembalikan seperti semula, tetapi taruhlah cintamu pada tempatnya , di taruh tempat yang indah, disimpan dengan rapi, bukan di jatuhkan, karena sekali lagi jatuh itu sakit, jatuh itu berderai. Jikapun harus terjatuh , jatuhlah dengan kondisi yang baik tapi jangan terhuyung-huyung.

Cinta itu….membuat Anda konsisten dan tidak memaksa, cinta membuat anda berbagi dan tidak bersikap tidak adil, cinta itu membuat Anda mengerti dan tidak banyak menuntut.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tapi sesungguhnya lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu. Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengannya, tetapi lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu, dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak menghargainya.

Kalau dia tidak bisa dipercaya sekarang, dia tidak akan pernah bisa dipercaya lagi setahun ataupun 10 tahun lagi, biarkan dia pergi….lepaskan cinta itu, jangan pernah berharap lagi dia datang….