Saturday, 28 June 2014

Kerusuhan di Ladang Tulip

Kerusuhan bisa saja terjadi dimana saja, tidak terkecuali di seri ke delapan MotoGP kali ini. Seri ke delapan yang kali ini di selenggarakan di Negeri Bunga Tulip alias Belanda ini telah menorehkan sebuah cerita tersendiri. Sirkuit Assen akan menjadi saksi bisu dari cerita yang mungkin akan terus diingat oleh para pembalap yang bisa dikatakan menjadi korban dalam kerusuhan kali ini.

Menurut jadwal, balapan ini akan diselenggarakan pukul 19.00 WIB, tetapi sampai jam menunjukkan pukul 19.15 balapan ini belum terselenggara. Satu faktor yang mempengaruhi hal ini adalah cuaca. Cuaca di Sirkuit Assen sore ini (waktu Belanda) memang tidak menentu. Para pembalap dibuat bingung akibat awan yang terus berubah warna. Kebingungan ini disebabkan karena pembalap harus bisa memilih ban apa yang akan mereka gunakan selama 26 putaran ke depan. Ada dua pilihan ban yang bisa mereka gunakan, yatu wet dan dry. Hal ini tentunya akan mempengaruhi performa dari motor yang mereka gunakan.

Cuaca ini mengakibatkan panitia penyelenggara pertandingan ini (Dorna) memberi kesempatan para pembalap untuk melakukan setting lap, yaitu melakukan putaran yang akan membantu mereka untuk menentukan pengaturan motor yang akan mereka gunakan. Setelah setting lap ini dilakukan, pembalap pun akan memulai balapan dengan di dahului oleh warm up lap, yaitu sebuah putaran sebagai pemanasan untuk motor.

Warm up lap pun dilakukan, dan terlihat beberapa pembalap tidak berada di starting grid-nya, melainkan memulai balapan dari pit line saat menyelesaikan putaran ini. Starting grid merupakan penunjuk posisi atau urutan pembalap untuk memulai balapan. Posisi ini didapat dari hasil kualifikasi sebelumnya. Semakin cepat catatan waktunya saat kualifikasi, maka dialah yang berhak start dari grid terdepan. Sedangkan pit line dapat dikatakan sebagai garis start bagi pembalap yang telah melakukan pelanggaran. Pembalap ini akan mendapat hukuman dengan start 10 detik lebih lambat dari pembalap lain. Salah satu pembalap yang memulai balapan dari pit line ini adalah Valentino Rossi. Dia memulai balapan dari pit line karena melakukan pergantian ban setelah warm up lap, hal ini merupakan sebuah larangan dalam balapan MotoGP.

Balapan 26 putaran pun dimulai, 10 putaran pertama dilalui para pembalap menggunakan ban yang telah menjadi pilihan mereka. Mulai dari lap ke 11 terlihat banyak pembalap yang masuk pit (sebuah garasi motor) untuk mengganti ban motornya. Kerusuhan pun terjadi, balapan terlihat sangat menarik karena hal ini. Urutan pembalap pun berubah-ubah seiring banyaknya pembalap yang memasuki pit. Bahkan terlihat beberapa pembalap yang memasuki pit lebih dari sekali, atau pun masuk pit di putaran yang berlainan dengan pembalap lainnya. Banyak pembalap yang menjadi korban akibat hal ini, Lorenzo salah satunya. Dia harus merelakan posisinya yang berada di bawah 10 menjadi lebih dari 15.

Setelah segala kerusuhan yang terjadi di pit, terlihat balapan terbagi menjadi beberapa kelompok karena jarak yang terlalu jauh di antara pembalapnya. Di kelompok terdepan ada Marquez dan Dovizioso, kelompok kedua ada Pedrosa dan Espargaro yang melakukan persaingan sangat sengit, dan di kelompok ketiga ada beberapa pembalap, diantaranya Rossi dan Iannone. Selain ketiga kelompok ini, masih ada banyak pembalap di belakang mereka yang dengan gigih berusaha menaklukkan balapan kali ini.

Hal ini menyebabkan ketidakakuratan yang mungkin telah dilontarkan berbagai orang di seluruh dunia mengenai peraih podium (juara) di balapan kali ini. Akhirnya, Marquez pun berhasil menaklukkan balapan kali ini. Dovizioso pun turut mengikuti keunggulannya, sedangkan Pedrosa berhasil memperkecil jaraknya dengan Dovizioso. Espargaro dan Rossi pun berhasil menaklukkan balapan di urutan ke empat dan lima. Karena kemenangan Marquez di balapan kali ini, Marquez telah berhasil meraih delapan kemenangan beruntun sepanjang tahun 2014.

Headline
Marc Marquez dan Tim (Source: http://olahraga.inilah.com/).

Friday, 27 June 2014

DANBO

Danboard atau yang biasa kita sebut Danbo merupakan boneka berbahan kardus atau pun kertas yang berasal dari Jepang. Akhir-akhir ini Danbo banyak diminati di seluruh dunia. Kemaren gue nyoba buat nyari pola Danbo, dan membentuknya menjadi sebuah Danbo. Ya, simple sih sebenernya Danbo yang gue bikin, gak seribet atau ppun sesusah aslinya, tapi yang pasti sih hasil buatan gue ini masih berbentuk Danbo kok. Hahaha

Ayo kita lihat hasil Danbo yang gue buat...




Yup, foto-foto tersebut diambil dengan beberapa editan di sana-sini supaya keliatan lebih bagus. Hehehe. Selain itu, gue juga nambahin beberapa editan pada pola Danbo supaya keliatan sedikit berbeda dan lebih menarik.

Untuk membuat Danbo seperti itu kita cukup mempersiapkan kertas setebal kertas karton, nantinya kertas ini akan kita gunakan untuk menge-print pola Danbo yang telah kita siapkan. Selain itu kita juga butuh gunting dan lem kertas untuk menyatukan setiap bagian-bagian Danbo yang terpotong ini.


Pola 1
Pola ini sebenarnya mudah, dan kita juga tidak memerlukan lem untuk pola yang satu ini. Karena pola ini menerapkan sistem kaitan, ya, you know lha what I mean. Hahaha :p


Pola 2

Ini merupakan pola yang paling simple, dan pola ini lha yang gue coba buat sebelumnya. Cocok buat pemula kayak gue (;


Pola 3

Ini merupakan pola yang paling ribet, karena hasilnya nanti pun juga akan menyerupai Danbo aslinya. Tangan dan kakinya juga dapat dibuat berputar dengan pla yang satu ini. Tapi pastinya dalam pembuatannya memerlukan ketelitian dan kesabaran yang sangat tinggi.


Yup, itu dia pola-pola yang mungkin bisa kalian coba untuk membuat kreasi Danbo kalian sendiri, selamat mencoba :D

Friday, 13 June 2014

Disaat Keegoisan Terkalahkan

Egois. Hampir semua orang tidak menyukainya. Ia begitu dijauhi, bahkan terkadang dibenci. Tetapi disaat keegoisan itu hadir disaat yang tidak tepat. Patut, sangat patut seharusnya kita mempertanyakan keberadaannya.

Pasti kalian pernah bertanya pada diri kalian sendiri. Egois demi kebahagiaan, apa itu salah? Merasa selama ini keegoisan selalu terkalahkan dengan kepedulian yang ada. Di saat keegoisan itu tersingkir karena tidak ingin melihat yang lain terluka. Tapi di sisi lain, keegoisan itulah yang menggerogoti kebahagiaan di hati kita sedikit demi sedikit.

Keegoisan untuk mendapat apa yang kita inginkan, selalu kita tutupi hanya untuk membahagiakan yang lainnya. Memberi mereka keringanan. Tapi di saat keinginan akan sesuatu yang seharusnya memberikan kebahagiaan untuk kita tidak terbendung lagi, tidak ada yang mengerti akan perasaan kita. Perasaan yang selama ini mungkin terlalu banyak berkorban untuk kebahagiaan yang lainnya.

Manusia pasti ingin selalu melakukan sesuatu yang membuatnya bahagia. Dan di saat hal itu sudah ingin meluap dan tidak terbendung lagi, dan untuk kesekiannya kita harus mengorbankannya. Apa itu tidak sakit? Merelakan sesuatu yang sudah kita nanti sekian lamanya, dan semuanya kandas hanya dalah hitungan detik. Sadis.

Ya, hidup memang selalu penuh pilihan. Egois atau mengalah? Sekiranya, apa yang akan kalian pilih? Egois? Ingin. Pasti kalian ingin melakukannya. Tapi... takut. Itulah rasa lain yang ada di diri kalian. Takut keegoisan tersebut akan memberi beban kepada mereka. Meraka yang mungkin selama ini selalu memberi kalian dukungan tanpa kalian ketahui.

Jika mengalah yang kalian pilih, akan kah ada penyesalan nantinya? Penyesalan karena telah menyerahkan kebahagiaan kalian demi kebahagiaan orang lain. Sedikit atau pun banyak, kalian pasti akan merasakannya.

Terkadang, mungkin kalian akan iri melihat mereka melakukan apa yang seharusnya dapat memberikan kebahagiaan yang lebih dari apa yang kalian dapatkan saat ini. Kalian pun akan berfikir, seandainya mereka ada di posisi kalian, apa mereka masih bisa dengan senangnya tertawa lepas dan bercerita seleluasa itu? Hanya kalian yang merasakan hal ini yang dapat mengetahuinya.

Saat hal itu terlanjur terjadi, ikhlas lah kuncinya. Berusaha mengikhlaskan apa yang seharusnya mungkin bukanlah milik kita. Tapi apa itu akan mudah? Di saat seperti ini, pasti akan banyak air mata serta penyesalan yang keluar dari mata dan hati kalian. Tidak sanggup melihat mereka semua yang dapat melakukan apa yang mereka ingin lakukan dengan bebas. Sedangkan kalian? Kalian terikat, dan berhasil untuk mengalahkan keegoisan kalian.

Selamat. Selamat untuk kalian semua yang telah mengalahkan keegoisan itu. Tapi, cobalah sekali saja kalian memiliki sifat itu untuk memberikan sesuatu yang memang kalian inginkan. Sesuatu yang akan memberi kebaikan kepada kalian. Jangan biarkan keegoisan itu kalian kalahkan untuk mengalahkan kebahagiaan kalian juga. Pasti kalian tidak ingin merasakan sakit untuk kesekian kalinya. Sakit untuk menyerahkan kebahagiaan kalian untuk kebahagiaan orang lain. Aku pikir, sekali saja, disaat kita mulai jenuh dengan mengalah, jenuh dengan merelakan, dan jenuh dengan menyakiti perasaan kalian. Berkatalah tidak, dan keegoisan itu dapat menjadi kuncinya.